Jogging, Keringat dan Jaket: Sebuah Miskonsepsi

jogging_tour1
Sebuah asumsi salah yang sudah kaprah kalau banyak keluar keringat berarti cara olah raganya benar, banyak lemak keluar, cepat kurus, oleh sebab itu jika ingin banyak buang lemak, berat badan cepat turun, pakailah pakaian yang berlapis-lapis saat olah raga, pakai jaket, biar keringat banyak keluar. Sebenarnya itu salah. Loh kenapa?Penjelasannya tidak sederhana. Tubuh banyak mengeluarkan keringat bukan pertanda bahwa kesehatan meningkat, tapi pertanda bahwa tubuh Anda masih bekerja dengan wajar.

Manusia adalah makhluk berdarah panas, yang artinya suhu tubuh kita diatur oleh salah satu bagian dari sistem saraf dalam batas yang sempit dan tidak tergantung pada suhu luar. Mau seberapa panas atau dingin suhu lingkungan, suhu tubuh kita tetap berada di kisaran 36-37,5 derajat Celcius. Ada berbagai macam mekanisme tubuh untuk mempertahankan agar suhu tubuh tetap normal, misalkan saat suhu lingkungan dingin, tubuh akan berusaha meningkatkan produksi panas dengan cara menimbulkan refleks menggigil, rambut di kulit berdiri untuk menyekat aliran udara dan metabolisme tubuh meningkat. Sebaliknya saat suhu lingkungan meningkat, tubuh akan berusaha membuang kelebihan kalor dengan cara berkeringat.

Sebenarnya ada 3 cara tubuh untuk membuang panas yang berlebih, secara radiasi, konveksi dan evaporasi. Radiasi berarti membuang panas tubuh secara langsung tanpa media perantara. Panas tubuh langsung terpancar keluar berupa gelombang infra merah. Pembuangan panas melalui cara ini hanya bisa terjadi jika suhu lingkungan lebih rendah dari suhu tubuh anda. Kedua, konveksi, yaitu pembuangan panas melalui media perantara berupa udara yg bergerak. Cara ini tentu berhasil jika ada udara yang mengalir cukup di sekitar tubuh anda. Dan yang terakhir jika kedua cara di atas gagal, tubuh masih bisa membuang panasnya yang berlebih dengan cara evaporasi. Keringat yang diproduksi kelenjar keringat akan menyerap panas berlebih di atas permukaan kulit dan membawanya pergi dengan menguap. Keringat yang diproduksi kelenjar keringat terdiri dari 90% air, sisanya sebagian besar berupa elektrolit dan sedikit asam lemak. Air dan elektrolit didapat dari cairan darah yg terfiltrasi dalam kelenjar keringat.

Saat berolah raga seperti jogging misalnya, otot yang bekontraksi secara ritmis akan menghasilkan panas berlebih. Panas berlebih ini harus dibuang dengan ketiga cara di atas. Jika kemampuan tubuh anda membuang panas kurang dari kecepatan produksi panasnya maka anda bisa saja mengalami heat stroke. Suatu kondisi kegawatdaruratan medis yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Jaket yang dipakai saat berolah raga tentunya akan menghambat pembuangan panas berlebih dengan cara radiasi dan konveksi. Sebab itu, satu2nya jalan agar tubuh anda bisa membuang panas berlebih adalah dengan banyak sekali berkeringat. Semakin banyak keringat yang keluar, semakin banyak pula cairan dalam darah anda yang terbuang. Akibatnya darah anda jadi makin kental. Menurut hukum Hagen-Poiseuille, aliran fluida berbanding terbalik dengan viskositas atau kekentalannya, jadi semakin kental darah anda, maka kemampuannya mengalirnya menjadi semakin kecil. Hal ini tentu merupakan berita buruk bagi kerja otot. Saat otot anda bekerja keras dan membutuhkan banyak pasokan nutrisi dan oksigen, malah aliran darahnya terhambat. Hasilnya, kapasitas fisik anda menurun, anda cepat lelah dan jumlah total kalori yang dibuang sedikit.

Memang setelah banyak berkeringat, anda merasa berat badan anda turun, ya tentu saja turun, sebab banyak air yg keluar. Ingat 70% berat anda adalah air. Satu liter saja air keluar, berat anda bisa turun 1 kg, tapi anda dehidrasi, komposisi lemak tetap, sebab lemak tidak dibuang melalui keringat. Lemak dibuang dengan cara dibakar menghasilkan energi bukan melalui kelenjar keringat. Tubuh anda tidak bodoh, ia sudah berevolusi sekian juta tahun untuk memiliki kemampuan yang luar biasa dalam hal preservasi cadangan energi. Asam lemak yg terkandung dalam keringat jumlahnya sangat kecil dan tidak signifikan. Keringat itu lebih dari sembilan puluh persennya adalah air.

Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi pembuangan panas, banyak aliran darah dialihkan ke bawah kulit, bukan ke otot. Berita buruk lagi bagi otot anda yang saat membutuhkan banyak nutrisi, pasokan darahnya malah dialihkan ke bawah kulit untuk membuang panas. Demikian juga berbagai elektrolit yang digunakan untuk melancarkan impuls listrik saat kontraksi juga terbuang melalui keringat, dengan begitu kemampuan kontraksi otot menurun.

Kesimpulannya, berjaket saat jogging tidak akan mempercepat pembakaran kalori dan menurunkan berat badan tapi malah menurunkan kapasitas berolah raga anda. Tentu saja dengan menurunnya kapasitas berolah raga akan menegasi tujuan anda membakar kalori. Pakailah pakaian yang cukup terbuka agar mempermudah pembuangan panas untuk mencegah cairan tubuh dan elektrolit banyak terbuang saat berolah raga, kecuali jika udara sekitar memang dingin. Banyaknya keringat yang keluar bukanlah indikator bahwa cara anda berolah raga sudah benar.

Sumber:
Farell, PA. 2012. ACSM’s Advanced Exercise Physiology. Lippincott WIlliams and Wilkins: Philadelphia, USA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s